Archive

Archive for the ‘About Me’ Category

Positioning…

October 9th, 2012 1 comment

Beberapa waktu yang lalu… ketika saya menghadiri kuliah Marketing Management dari Syakir Sulla, penulis buku Marketing Management Syariah, dan Marketing Bahlul, ada sebuah pernyataan beliau yang cukup menggelitik hati saya: kamu, dalam kehidupan, dalam keseharian kamu, dalam karir kamu, positioning kamu itu seperti apa?

Saya jadi teringat akan kegiatan tulis menulis yang sering saya lakukan, baik pada blog saya pribadi (www.rencanatrading.com) , maupun blog yang merupakan bagian dari website Kontan (satrio.blog.kontan.co.id).  Sebuah pertanyaan kemudian melintas di kepala saya: Sebagai penulis, positioning apa sih sebenarnya yang saya lakukan sehingga saya bisa berbeda dengan penulis yang lain?  Apa yang membuat saya tetap bisa melanjutkan kiprah saya di belantara pasar modal yang ganas ini?

Saya kemudian mencoba untuk melihat beberapa alternatif yang bisa ‘menjelaskan’ positioning saya

  • Positioning sebagai analis saham

Kalau ini, jelas karena pekerjaan saya.  Pekerjaan saya sebagai Research pada PT Universal Broker Indonesia, memang membuat orang mudah untuk melihat saya sebagai analis.  Terutama karena kemunculan saya di berbagai koran, televise, dan saluran berita online.  Orang pasti tahu bahwa saya adalah seorang analis saham.  Pertanyaan selanjutnya adalah: analis saham yang seperti apa?

  • Positioning sebagai seorang analis teknikal

Analis teknikal adalah pendekatan utama saya dalam menganalisis.  Karena sejak awal karir saya, saya lebih banyak bergaul dengan pemodal retail, dimana pertanyaan standar mereka selalu hanya dua: Pak.. saham apa yang besok akan naik sehingga bisa dibeli? Target pricenya berapa? Maka saya memang menggunakan analisis teknikal sebagai alat untuk menganalisis.  Maklum, kalau pake analisis fundamental, sudah bikin analisisnya lama, presisi analisisnya untuk jangka pendek, sering  kali sangat buruk.  Sulit sekali untuk  bisa memuaskan pertanyaan-pertanyaan basic dari pemodal retail itu tadi.

  • Analis teknikal yang anti indikator teknikal

Ini yang kemudian agak aneh.  Kalau berbicara analisis teknikal, hal yang pertama melintas di benak pemodal, adalah bahwa analis teknikal harus menggunakan indikator.  Signal beli atau signal jual.  Tapi, kalau anda lihat beberapa tulisan saya terdahulu, anda pasti bisa mengetahui bahwa saya tidak terlalu berminat untuk menggunakan indikator teknikal.  Banyak alasan yang pernah saya kemukakan.  Tapi yang paling utama adalah: indikator sering kali tidak bisa menunjukkan arah pergerakan harga (nggak ada target pricenya).  Ini membuat seorang pemodal sering kali bertransaksi tanpa memperhatikan resiko ketika menggunakan indikator.  Resiko nyangkut di saham yang gak jelas, resiko bertransaksi dengan frekuensi tinggi, selain resiko terhadap ketergantungan pada orang lain.  Itu yang membuat saya sangat anti kepada indikator teknikal.

  • Positioning sebagai analis yang anti saham gorengan

Awal karir saya di pasar modal, dimulai sebagai seorang broker atau sales, yang terpaksa melihat kliennya mengalami rugi besar terkena saham gorengan.  Disamping itu, saya juga menyaksikan banyak pemodal bertumbangan pada periode 1998 – 2001 akibat fluktuasi saham MYRX, LPLI, dan LPPS.  Dari situ, saya menjadi anti pada saham yang penggeraknya bukan market pasar yang sebenarnya.  Definisi ‘market yang sebenarnya’ disini, adalah coverage dari minimal 15 orang analis fundamental.   Minimal 10 deh.. analis fundamentalnya.  Disitu saya baru bisa merasakan bahwa penggerak saham tersebut adalah pasar.  Bukan cuman tukang tipu yang merekomendasikan beli ketika mereka mau jualan, dan merekomendasikan cut loss ketika mereka sedang akumulasi.

  • Positioning sebagai analis saham Bakrie

Well… Dulu… ketika periode bullish pada saham Bakrie pada tahun 2003 – 2008, semua orang bilang bahwa saham Bakrie adalah saham sejuta investor karena berhasil membuat banyak orang menjadi kaya karena kenaikan harganya.  Sekarang, akibat krisis hutang yang berkepanjangan, saham-saham ini terus berjatuhan harganya, meninggalkan sejuta pemodal nyangkuters, yang tidak tahu mau meratap kemana.  Kalau berbicara dengan otoritas, selalu jawabannya klise: itu resiko pasar.  Tidak seorangpun yang mau ingat bahwa tugas yang diemban sesuai dengan undang-undang, adalah menyelenggarakan perdagangan yang wajar, disamping juga melindungi masyarakat.  Masyarakat yang punya modal besar, memang terlindungi.  Yang pemodal retail?  Yah.. untuk posisi saya yang ini, sepertinya memang karena analis lain tidak ada yang mau memberikan komentar.  Itu sebabnya teman-teman wartawan lebih senang mencari pendapat saya mengenai hal ini.

  • Positioning sebagai analis saham yang shariah

Ketetarikan saya terhadap ekonomi syariah, telah membuat saya mempelajari ekonomi syariah dalam beberapa tahun terakhir.  Akan tetapi, ketertarikan ini, sejauh ini memang masih harus saya tahan, karena kesempatan untuk mempraktekkannya, sampai saat ini masih belum terlihat.  Terlebih lagi, karena saya mendengarkan keterangan Syakir Sula tentang jawaban Yusuf Qaradhawi kepada salah seorang bankir Mesir mengenai kehalalan gaji yang berasal dari sebuah bank konvensional.  Well… setidaknya saya masih memiliki alasan untuk belum 100% Syariah.  Meski… saya sebenarnya juga menginginkan hal itu.   Minimal saya sedang bergerak menuju kesana.  Insya Alloh.

Pertanyaannya selanjutnya adalah: apakah saya hanya akan berhenti hanya sebagai seorang analis? Apakah saya hanya berhenti pada posisi saya saat ini?  Itu yang saya juga tidak punya jawabannya.  Saya hanya mencoba mengalir menikmati hidup, karena saya percaya bahwa Alloh SWT bakal selalu memberikan yang terbaik untuk saya.   Sehingga, untuk menjawab pertanyaan diatas, saya merasa sangat kesulitan.  Pinginnya sih… saya ingin menjawabnya dengan kata-kata ‘Tidak’.  Saya masih ingin berkembang menjadi sesuatu yang lain.  Tapi, sejauh ini, selama saya tidak melihat adanya pintu yang terbuka, berarti saya memang masih harus realistis.

Semua akan indah pada waktunya.  Itu yang saya percaya.

Jadi… secara ringkas, positioning saya adalah sebagai analis yang selalu mencoba berbuat yang terbaik untuk pemodal retail.   Syukur-syukur kalau kedepan ada embel-embel ‘syariah’-nya.  Hehehe… masih jauh sepertinya ya…

Saya hanya bisa meminta maaf, kalau ternyata apa yang telah saya berikan, masih banyak memiliki kekurangan dan kesalahan.  Terutama karena mulai pertengahan bulan, saya akan ‘berhenti melakukan market update’ untuk sementara, karena saya sedang memiliki alasan yang lebih penting.

Mohon maaf lahir dan bathin.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Categories: About Me Tags: