Home > Knowledge from The Street > Prediksi Harga itu Mudah

Prediksi Harga itu Mudah

Selamat pagi…

(Pengantar: Tulisan ini saya buat kemarin siang, sebelum Jokowi mengumumkan Kabinet Kerja. Just Enjoy…)

Prediksi pergerakan harga saham atau indeks, itu tidak sesulit gambaran sebagian orang.Selama kita bisa memperoleh sudut pandang yang benar, prediksi itu sebenarnya mudah.Mudah dipelajari dan mudah untuk dilakukan. Berhubung ini tahun baru, dan tahun baru adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi, maka saya akan kembali melakukan refleksi atas cara yang biasa saya lakukan. Saya yakin… sebagian besar dari anda pasti sudah bisa melakukannya, atau bahkan sudah mulai meninggalkan cara prediksi yang biasa saya lakukan ini karena anda anggap terlalu sederhana, terlalu mudah .Akan tetapi, saya hanya ingin mengulang sebuah fakta, bahwa kalau cuman prediksi arah pergerakan harga… sebenarnya gak susah kok… gampang!

Harga Tidak Bergerak Random

Harga itu tidak bergerak bebas.Kalau ada orang bilang harga bergerak random, itu hanya untuk orang-orang yang ada di kampus.Hanya boleh dilakukan oleh mereka yang ada di kampus.Kalau disini, kalau di pasar modal, kalau kita sudah memutuskan untuk masuk ke industri pasar modal dan menjadi bagian daripadanya, baik sebagai investor, trader, analis, fund manager, pengelola dan karyawan perusahaan sekuritas, dan masih banyak lagi profesi yang lain yang terkait dengan pasar modal, kita harus berada dalam pola pikir, bahwa harga tidak bergerak random. Kemampuan kita untuk memanfaatkan pergerakan harga adalah merupakan penentu dari keberhasilan kita. Seorang investor yang berbasis pada analisis fundamental misalnya, meski tetap berpendapat bahwa pergerakan harga dari hari ke hari pergerakannya random, tapi harus memiliki keyakinan bahwa pada suatu saat nanti, harga akan bergerak menuju nilai (value) yang diperdiksikannya. Seorang trader yang berbasis pada analisis teknikal, juga barus berangkat dari asumsi bahwa harga tidak bergerak random, pergerakan harga memiliki arah, dan terdapat kecenderungan adanya pola-pola perilaku pergerakan harga yang terjadi berulang-ulang.Dari situ kemudian semuanya berangkat.

Karena basis saya prediksi sehari-hari adalah analisis teknikal, maka prediksi harga yang saya maksudkan disini, adalah prediksi pergerakan harga dengan menggunakan analisis teknikal.

Suport dan Resisten: Titik Penting Pergerakan Harga

Harga tidak bergerak random.Setidaknya, tidak 100% random.Pada pergerakan harga, terdapat titik-titik penting dimana pergerakan harga berhenti sebentar, dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan arah pergerakan, atau berbalik arah.Titik-titik ini disebut sebagai suport atau resisten.Suport dan resisten ini, berfungsi seperti ‘perempatan’ pada pergerakan harga.

Arah Pergerakan harga: Konsolidasi atau Trend

Pergerakan harga itu tidaklah random.Ada yang disebut sebagai konsolidasi, dan ada yang disebut sebagai trend. Konsolidasi adalah keadaan dimana harga bergerak dalam suatu kisaran dalam suatu periode waktu tertentu. Misalnya: pada periode Agustus hingga September kemarin, IHSG bergerak mendatar pada kisaran 5140 – 5250, diantara suport 5140 dan resisten 5250, itu berarti IHSG dalam masa konsolidasi. Trend adalah pergerakan harga yang memiliki arah. Ketika IHSG bergerak dari level 5120 hingga 5250, dari titik A ke titik B adalah sebuah trend. Masa konsolidasi adalah sebuah trend mendatar.Harga bergerak dari 5120 ke 5250 adalah sebuah trend naik.Harga bergerak dari 5250 ke 5120 adalah sebuah trend turun.

141027 IHSG

Price Pattern: Arah Pergerakan Harga ‘yang agak jauhan sedikit’

Suport dan resisten itu, kalau cuman suport dan resisten pertama atau suport dan resisten kedua, biasanya jaraknya tidak terlalu jauh.Jarak antara suport dan resisten pertama misalnya, sering kali kurang dari 3 persen.Jarak dari suport dan resisten kedua, sering kali kurang dari 5 persen.Dengan pergerakan harga seperti itu, rasa-rasanya sulit untuk bisa memperoleh keuntungan yang rasional.Untuk memperoleh bisa memprediksi pergerakan harga yang agak lebih jauh, agak lebih lebar, digunakan price pattern atau pola pergerakan harga.Pola pergerakan harga ini adalah pola pergerakan harga yang terjadi pada saat harga berada pada periode konsolidasi.Pola pergerakan harga yang biasanya muncul adalah triangle (symmetrical, ascending, atau descending), rectangle, head and shoulder, double top, double bottom, dan trend channel.Pola-pola ini adalah pola-pola yang sering muncul, dan sering juga kena target harganya. Bentuk pola pergerakan harga ini seperti apa dan bagaimana implikasiknya? Kita bisa bertanya pada Mbah Google pola seperti itu bentuknya seperti apa. Kita juga bisa baca-baca pada buku-buku karya penulis lokal maupun asing.Sudah banyak kok sumber-sumbernya bertebaran di sekitar kita, baik yang dalam Bahasa Indonesia, maupun dalam Bahasa Inggris.

Trading: Sesuatu Yang Lain

Kemampuan dari seorang trader untuk memprediksi, tidak menentukan keberhasilan trader tersebut dalam memperoleh keuntungan.Kemampuan seorang trader untuk memperoleh keuntungan, sangat ditentukan dengan kemampuan dari trader tersebut untuk menterjemahkan prediksi yang telah dibuat, kedalam posisi beli atau posisi jual yang kemudian dilakukannya.Itu sebabnya, seseorang analis, meskipun jago dalam melakukan prediksi, belum tentu jago dalam melakukan trading.

Ketika dalam prediksi, seorang pemodal hanya melakukannya diatas kertas.Ketika trading, ketika uang sudah mulai dilihatkan, baik dalam hal posisi beli maupun posisi jual.Disinilah faktor mental kemudian mengambil alih peran.Disini kemudian, disiplin menjadi sebuah perilaku yang sangat penting.Disiplin ini adalah kemampuan seorang trader untuk melakukan eksekusi sesuai dengan prediksi yang dilakukannya, sesuai dengan rencana trading yang dilakukannya.

Menentukan Reversal dengan Candlestick

Terkait dengan masalah posisi beli dan posisi jual, sebagain orang kemudian bertanya: bagaimana cara kita menentukan posisi beli atau posisi jual? Kapan kita harus beli?Kapan kita harus jual? Saya sebenarnya hanya menyarankan penggunaan cara yang sederhana: Gunakanlah Candlestick! Candlestick ini juga bukan candlestick yang harus menghafalkan 50+ pola candlestick yang ada. Saya hanya menggunakan cara yang sederhana:

  1. Lihat panjang dari body candlestick.
  2. Jika body dari candlestick ini pendek, gunakan titik tertinggi dan terendah sebagai suport atau resisten, lakukan posisi beli atau posisi jual sesuai dengan arah penembusan.
  3. Jika body dari candlestick ini panjang, gunakan titik tengah dari candlestick tersebut sebagai penentu: ketika trend sedang turun, titik tengah dari body candle tersebut akan menjadi resisten, dan sebaliknya: ketika trend sedang naik, titik tengah dari body candle tersebut akan menjadi suport.

Menentukan Posisi BELI serta JUAL: Normal atau Contrarian

Posisi beli normal adalah posisi beli atau posisi jual sesuai dengan cara yang lazim. Misal: jika ada signal beli, maka kita melakukan posisi beli ketika signal beli tersebut muncul, vice versa. Posisi beli dalam mode contrarian adalah: ketika kita melihat adanya signal beli, tentukan titik stoploss dari posisi beli tersebut, dan kemudian lakukan posisi beli pada harga stoploss tersebut, bukan pada harga di titik beli, vice versa. Misalnya.Sebuah saham memiliki suport di harga Rp 1000.Stoploss dari suport tersebut, ada di 970. Ketika seorang trader melakukan posisi beli dalam mode normal, maka posisi beli akan dilakukan pada harga Rp 1000. Pada saat yang bersamaan, posisi beli pada mode kontrarian akan dilakukan pada harga Rp 970.

Penutup

Itu semua tadi, adalah ikhtisar ringkas dari bagaimana memprediksi pergerakan harga dan bagaimana trading berdasarkan prediksi harga tersebut. Saya mencoba menjelaskannya secara singkat, agar anda bisa melihat garis besarnya seperti apa. Prediksi itu gampang.Trading itu jauh lebih sulit.Itulah poin yang ingin saya sampaikan melalui tulisan saya ini. Ketika prediksi harga yang kita cari, model pola pikir yang biasa saya lakukan adalah sebagai berikut:

141027 Skema pembelajaran ringkas

Mudah dan sederhananya prediksi ini, membuat saya saat ini sedang mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan secara gratis, atau setidaknya dengan pelatihan charga yang tidak terlalu memberatkan. Coba deh anda emailkan: nama, nomor hp, dan kota tempat pelatihan yang anda kehendaki ke email saya: analisteknikal@gmail.com dan cc ke noky@universalbroker.co.id. Jika peminatnya sudah mencapai minimal 50 orang, sepertinya pelatihan akan bisa untuk diselenggarakan.

Prediksi Ada yang Sulit

Kalau prediksi harga itu mudah, maka disisi lain, prediksi yang sulit itu, hanya memprediksi kapan sapi bisa bangkit dari tengah jalan.

Di India, sapi itu adalah binatang suci. Ketika seekor sapi sudah memutuskan untuk duduk ditengah jalan, maka kemacetan akan segera terjadi. Semua hanya boleh menunggu.Kapan sapi itu bangkit, hanya dia yang tahu.Padahal, kemacetan hanya bisa berakhir, ketika sapi itu bangkit.

Padahal, sapi itu binatang dengan kecerdasan dibawah kecerdasan manusia.Memprediksi kapan sapi itu bangkit, itu benar-benar sebuah perbuatan yang percuma, membuang tenaga, dan tidak ada faedahnya. Kita hanya bisa menanti sapi itu bangkit, dan situ kita tahu.kapan kita akan maju.

So..daripada menunggu sapi bangkit, mendingan saya menulis refleksi seperti ini. Lagian, ini momentum tahun baru. Buat apa kita memperkeruh pikiran dengan memikirkan sapi? Mendingan melakukan refleksi atas apa yang sudah kita lakukan, dan mereka-reka: apa yang bisa kita lakukan, untuk masa depan yang lebih baik.

Kerja… kerja… kerja…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Categories: Knowledge from The Street Tags:
  1. Solihin
    November 7th, 2014 at 09:32 | #1

    Terimakasih bung Satrio, tulisan yang mencerahkan..

  2. Novan Dwiyarso
    January 30th, 2015 at 23:01 | #3

    Imho, pergerakan harga stock dan forex itu random mas… krn secara waktu tidak ada yang tahu. (Dalam statistik biasa disebut random walk).

    Halangan utama teknikal analis selalu problem waktu/kapan, krn kalo target harga hampir semua TA-ers sdh bisa ngitungnya. Ada aliran teknikal analis yg mencoba memperkirakan waktu (misal WD. Gann) tp terlalu sulit.

    Aliran FA pun cuma bisa menghitung versi2 ttg kewajaran value, tetapi masalah “kapan” itu hampir gak mungkin bisa dipecahkan. Krn itu FA pun juga terbentur masalah “Random” ini. Kalo FA berhasil ngitung harga relatif mahal/murahnya suatu saham, FA gak akan tau kapan hitungan value nya terjadi.

    Selama fungsi waktu itu blank, sudah pasti itu random.

    Secara sederhana secara TA yang bisa kita perkirakan hanya:
    1. Range-nya,
    2. Trend-nya
    sedangkan tepatnya dimana dan kapan, itu tdk mungkin, atau terlalu sulit.

    Tp gak pentinglah… lama gak mampir blog ini, yg penting artikelnya bagus… :D

    Salam.

  1. No trackbacks yet.