Archive

Archive for March, 2014

Ketika Jokowi ‘diantemi’ oleh Yellen dan Putin…*

March 24th, 2014 1 comment

Selamat pagi…

….. Wah pak… Jokowi-nya diantemi sama Yellen dan Putin …

Itu adalah komentar dari salah satu peserta Market Outlook Universal Broker Indonesia mengenai kondisi pergerakan pasar di minggu yang lalu.  Ya sudah pasti … jangan diartikan seperti apa adanya.  Bukan lantas Jokowi ‘benar-benar’ dipukul oleh Janet Yellen (Chairman The Fed) dan Vladimir Putin, Presiden Rusia.  Akan tetapi, lebih karena pada minggu lalu, sentimen positif dari pengumuman Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP, yang kemudian disebut orang sebagai Jokowi Effect yang ada di awal minggu, benar-benar di hancurkan oleh sentimen negatif pernyataan Janet Yellen di pertengahan minggu, dimana The Fed kemungkinan bakal mulai menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.  Sentimen negatif yang ada, semakin diperburuk oleh kondisi krisis semenanjung Crimea dimana Presiden Rusia, Vladimir Putin adalah aktor utamanya.  Jadi… tidak salah juga kalau kalau kemudian sebagian orang kemudian ngomong seperti itu.

Secuplik Sejarah ‘Euphoria Bursa di Indonesia’

Akan tetapi… apakah benar minggu lalu itu ‘Jokowi diantemi oleh Yellen dan Putin’? Belum tentu juga.  Untuk memahami Jokowi Effect, kita harus mengenal ‘sejarah’ dari euphoria pemilihan presiden di bursa kita.  Salah satu yang saya rasakan paling mewakili adalah ketika MPR melakukan pemilihan presiden pada tanggal 20 Oktober 1999.  Saat itu adalah untuk pertamakalinya, pemilihan presiden dilakukan secara terbuka, ditengah bursa yang tengah berjalan.  IHSG yang pada hari sebelumnya ditutup pad level 583,467, saat pemilihan langsung bergerak naik hingga mencapai titik tertinggi di level 644.073 (+60,426 poin, naik 10,35 persen).  Saat Gus Dur sudah memperoleh jumlah suara yang  cukup untuk memenangkan kursi Presiden, pelaku pasar mulai melakukan aksi profit taking.  IHSG kemudian turun hingga mencapai titik terendah pada level 569,155.  Sebuah penurunan yang sangat dalam karena pada level tersebut, IHSG berada dalam posisi terkoreksi 14,492 poin (-0,24 persen) dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya, yang juga berarti koreksi sebesar 74,918 poin (-11,63 persen) dari level tertinggi IHSG hari tersebut.  IHSG kemudian rebound, dan mengakhiri hari itu pada level 584,425 , hanya dengan kenaikan tipis 0,778 poin (+0,13 persen).  Ketika Gus Dur terpilih sebagai presiden, IHSG memang bergerak sangat volatile.

140324 IHSG ketik GusDur jadi PResiden

Euphoria IHSG seperti itu, kemudian semacam menjadi ‘standar’ dari pergerakan pasar ketika event-event besar terkait dengan pemilu: harga naik karena ada berita positif, tapi pelaku pasar malah cenderung jualan karena pergerakan intraday yang cenderung overreacting.  Market kemudian baru bisa bergerak normal beberapa hari kemudian, setelah pelaku pasar bisa mencerna informasi secara lebih nalar.

Kondisi seperti itu yang terjadi pada pergerakan IHSG minggu kemarin.  Pasar yang dilanda oleh Euphoria Jokowi Effect, akhirnya kempes lagi karena pasar akhirnya menyadari bahwa perjuangan Jokowi untuk jadi presiden, sebenarnya masih panjang.  Terlebih lagi juga, karena masalah kondisi dari bursa regional yang cenderung jelek sebagai akibat dari sentiment pidato Janet Yellen.  Koreksi Dow Jones Industrial pada hari Jumat malam sebagai reaksi atas perkembangan terbaru dari semenanjung Crimea, juga menunjukkan bahwa kondisi regional memang masih buruk.

Fokuslah pada event-event penting Pemilu

Proses pemilu 2014 ini masih panjang.  Pemilu kali ini memang berbeda karena dilakukan dua kali, pemilu legislatif dan pemilu presiden.  Kedepan, euphoria IHSG seperti yang terjadi kemarin, masih berpeluang untuk terjadi, seiring dengan banyaknya event-event penting pemilu yang masih akan terjadi.  Beberapa event yang menurut saya memiliki ‘potensi’ untuk terjadinya euphoria adalah pemilu legislatif hingga pengumuman hasil quick count, pengumuman resmi mengenai calon presiden dan wakil presiden dari setiap partai atau koalisi yang ada, dan event ‘pemilu presiden’ itu sendiri.  Setidaknya, pada ketiga event tersebut, IHSG ‘berpotensi’ untuk mengalami pergerakan naik.  Meski… terus terang.. kalau melihat chart technical… saya tidak terlalu yakin bahwa kedua event yang pertama (pemilu legislatif dan pengumuman resmi calon presiden) bisa membawa IHSG melewati level tertinggi Jokowi Effect kemarin di 4903.

Yah.. kalau IHSG bisa 5000 saat pemilu legislative, anggap saja sebagai bonus…

Saham pilihan: berkacalah pada Program Ekonomi Partai Peserta Pemilu

Tulisan ini… saya buat di pedesaan Maribaya.  Biasa… setiap dua minggu sekali, saya dan istri mengunjungi anak yang tengah boarding di salah satu sekolah yang ada di daerah ini.   Daerah pedesaan.  Tapi karena jaman sekarang ‘internet adalah kunci’, maka saya berpikir: ‘ah… tulisan saya akan saya selesaikan disana saja…. kan sekarang informasi tinggal ditanyakan kepada Mbah Google.

Dari Mbah Google ini.. saya kemudian mencari tahu, apakah program ekonomi dari beberapa partai besar peserta pemilu.  Hasilnya cukup mengejutkan.  Pertama: Website www.pdiperjuangan.org yang menurut account twitter resmi PDI-P (@pdi_perjuangan) ternyata mati.  Pada website www.indonesiahebat.org   juga tidak terdapat program ekonomi dari PDI yang katanye berjudul Pembangunan Semesta Berencana 25 Tahun tersebut.  Hehehe… Benar-benar ajaib.  Website dari partai pengusung Jokowi sebagai presiden, partai yang kemungkinan besar menjadi pemenang dari Pemilu kali ini, websitenya mati.  Lantas kalau saya pemilih yang rasional, kemana saya harus mencari tahu tentang program ekonomi dari PDIP?  Tapi.. ini bukan hal yang aneh juga siy.  Di website PKS (www.pks.or.id), ternyata juga tidak dijumpai adanya program ekonomi.  Di website Hanura, saya juga tidak nemu. Yang terlihat mencantumkan program ekonomi yang jelas pada websitenya, hanya Gerindra, PAN, dan Golkar.  Terkait dengan program ekonomi ini, reaksi pasar pada umumnya sama: kalau fokusnya adalah pertumbuhan ekonomi, berarti saham perbankan akan tetap bagus.  Kalau fokusnya adalah pembangunan infrastruktur, berarti saham infrastruktur yang akan bergerak.  Selisihnya, sepertinya akan ada pada program energy dari partai setiap partai tersebut.  Kalau PDIP kemudian berfokus pada energy gas seperti apa yang terdapat pada harian Kontan hari Sabtu kemarin, bisa jadi saham-saham yang terkait gas bakal melejit.  Akan tetapi, kalau melihat bahwa Gerindra bersemangat untuk mendukung program energy yang didapat dari DME (dimethyl ether), bisa jadi saham-saham batubara juga akan mengalami pergerakan karena bahan baku dari DME salah satunya adalah dari batubara.

Oh iya.. terkait dengan saham pilihan ketika pemilu ini.. tahukah anda bahwa Saham MNCN dan BHIT malah bergerak turun pasca deklarasi WIN-HT sebagai calon Presiden dan Wapres kemarin?  Anda juga harus ingat bahwa sesaat setelah pengumuman Jokowi sebagai calon presiden kemarin, gorengan UNSP juga langsung ‘diem’.  MNCN dan BHIT juga kemudian terkoreksi.  Sebuah ‘signal’ yang menarik.

Penutup

So… bagaimana reaksi anda terhadap lompatan-lompatan pergerakan harga yang terjadi selama pemilu ini? Yang jelas… kalau harga tiba-tiba naik terlalu tinggi, pertimbangkanlah untuk melakukan aksi profit taking. Sell On Strength minimal setengah posisi.  Jika anda melakukan posisi trading, ingatlah bahwa itu harus tetap menjadi posisi trading.  Kalau anda sampai nyangkut di harga yang terlalu tinggi, anda harus ‘make sure’ untuk mempersiapkan strategi untuk ‘euphoria selanjutnya’ dimana Pemilu Presiden sepertinya bakal menjadi euphoria terakhir.  Jika tidak… hehehe… bisa-bisa anda terpaksa gigit jari karena arah IHSG untuk paruh kedua dari tahun ini, benar-benar masih gelap.  Saya saja, memprediksikan bahwa untuk tahun ini, level tertinggi untuk IHSG bakal berada pada kisaran 5.200 – 5.650.  Akan tetapi, dalam prediksi saya, level tertinggi dari IHSG, sepertinya akan tercapai di sekitar Pemilu Presiden.   Masih banyak ketidakpastian dari perekonomian global, yang membuat saya belum bisa terlalu yakin mengenai prospek pergerakan IHSG dan bursa regional di paruh kedua tahun 2014 ini.

Semoga kita semua bisa mengendalikan entusiasme kita dalam menghadapi euphoria pemilu ini, agar bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.