Archive

Archive for November, 2012

IPO Waskita: Semoga tidak berakhir seperti IPO Krakatau Steel

November 26th, 2012 No comments

Selamat pagi…

Memberikan panduan kepada pemodal retail tentang sebuah perusahaan yang mau IPO, sebenarnya tidak terlalu sulit. Rule of thumbs (aturan dasar) yang selalu saya pakai adalah: gunakan batas P/E (price to earning) estimate 17 kali sebagai target harga. Kalau saham IPO dengan kurang dari 17 kali, berarti saham itu IPO dengan harga yang murah. Harga kemudian sering kali bakal bergerak naik hingga P/E lebih dari 17 kali, sebelum saham tersebut mulai konsolidasi.

Disisi lain, kalau saham IPO dengan P/E diatas 17 kali, berarti pemodal harus berhati-hati. Pemodal harus bersiap-siap bahwa kenaikan harga yang terjadi pasca IPO, hanya berlangsung dalam hitungan hari. Pemodal harus bersiap bahwa dalam seminggu setelah IPO, harga pasar dari saham tersebut, sudah berada dibawah harga IPO.

Ini membuat saya sering memberikan saran: kalau ada saham yang IPO dengan P/E dibawah 17, silakan beli. Mau buat investasi atau sekedar trading, silakan saja. Tapi kalau saham IPO dengan P/E diatas 17, berarti anda harus siap-siap ikutan IPO hanya untuk posisi trading. Satu-dua hari lepas. Kalau perlu, lepas pada 5 menit pertama perdagangan (terutama kalau alokasinya dapet dalam jumlah yang besar).

Mengapa P/E estimate 17 kali? hm… itu mungkin hanya karena sebuah penelitian lama yang saya lakukan pada saham-saham blue chip (sayang penelitian tersebut sudah tidak ada arsipnya lagi), dimana IPO saham-saham blue chip, sering kali memiliki puncak harga pada kisaran P/E Estimate 17 kali hingga 22 kali, sebelum harga bergerak berkonsolidasi.

Bagaimana dengan IPO Waskita Karya (WSKA)?

Saya sih belum memegang laporan keuangan WSKA. Yang sempat saya baca, hanya laporan riset dari salah satu penjamin emisinya. Disitu disebutkan bahwa EPS estimate untuk 2012 adalah sebesar Rp 32. Saya kemudian bertanya kepada Mbah Google: berapa kisaran harga IPO WSKA… jawabannya adalah sebesar Rp 320 – Rp 405. Artinya: WSKA bakal IPO pada P/E kisaran 10 kali hingga 12,6 kali. Wow… murah sekali. Terutama jika kita membuat bandingkan dengan saham-saham sektor konstruksi yang lain, seperti WIKA (P/E 20,7 kali), ADHI (P/E 15,02 kali), TOTL (P/E 16,22 kali) dan PTPP (P/E 13,74) kali. Orang pasti berebut beli. Kalau dilihat dari Rule 17 yang tadi saya utarakan, berarti harga WSKA bakal cepat untuk naik hingga diatas 500. Bisa 540 – 550 malahan. Tapi… pertanyaan saya adalah: emang ada barangnya?

Saya jadi teringat pernyataan Bung Fauzi Ichsan dalam sebuah diskusi yang saya hadiri: tahun depan, dana pemilu akan kembali berkeliaran. Partai-partai bakal berusaha untuk meningkatkan atau menambah dana kampanye yang dimilikinya, melalui pasar modal.

Disisi lain, Saya juga teringat pada kejadian IPO Krakatau Steel. Ketika IPO Krakatau Steel tersebut, EPS KRAS untuk tahun 2010, diperkirakan bakal sebesar Rp 80. Harga penawaran, Rp 800 – Rp 1.150. Artinya: KRAS bakal IPO dengan PE pada kisaran 10 kali hingga 14,3 kali. Penjamin emisi kemudian mengumumkan, bahwa harga IPO sebesar Rp 850. Ini berarti KRAS bakal IPO dengan P/E 10,6 kali. Murah kan? Orang kemudian berebut beli. Tapi ternyata barang tidak ada karena (katanya) sudah ada yang ‘mengangkangi’. Tidak jelas itu siapa… Dikangkangi oleh ‘You Know Who’… itu kalau Harry Potter bilangnya. Kasus ini menjadi perhatian publik, perhatian DPR…tapi hilang dengan sendirinya. Cerita sebenarnya, mungkin anda lebih tahu dari saya. Tapi realitanya: Sampai sekarang tidak pernah terkuak… siapakah sebenarnya para ‘pengangkang’ ini. Cape.

Pertanyaan saya sekarang: apakah IPO WSKA ini kemudian bakal berakhir seperti KRAS? Well… kita lihat bersama deh seperti apa. Tapi.. kalau anda ingin melihat babakan-babakan dari KRAS, dan kita tinggal melihat pada WKSA ini, apakah akan berlangsung dengan modus operandi yang sama. Artinya: kalau harga IPO WSKA ternyata nanti ditetapkan lebih dekat pada batas bawah, pembeli berjubel ternyata tidak dapet barang, harga kemudian meroket pasca IPO, pihak-pihak kemudian ramai memperbincangkan mengenai siapa yang mendapatkan alokasi terbesar, ternyata alokasi tersebut kemudian tidak dibuka kepada publik dengan berbagai alasan… Berarti hehehehe… kita semua masih menonton opera sabun yang sama…

Saya sih… hanya bisa berharap, agar IPO WSKA ini, bisa berlangsung dengan jujur dan adil. Memang sih… amanat pasar modal kita, selalu bilang bahwa perdagangan itu harus ‘teratur, wajar, dan efisien’. Tapi kalau ujung-ujungnya yang terjadi masih kongkalikong model KRAS… tentu saja saya hanya bisa kecewa.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo