Kondusif

Selamat pagi…

Jika anda adalah orang yang sedang berpegang pada trend naik jangka menengah IHSG seperti saya, apa yang ada di benak anda, mungkin akan sama dengan apa yang ada di benak saya:

Waduh… kenapa kondisi pasar tidak kondusif juga sih… bete bener rasanya.

Pikiran seperti itu yang dalam dua minggu terakhir, sering muncul di kepala saya.  Maklum, dalam perhitungan saya, IHSG saat ini masih berada dalam trend naik jangka menengah.  Trend naik jangka menengah ini berlangsung selama IHSG tidak turun dibawah suport 4065.  Masalah memang ada pada trend jangka pendek yang sedang berada dalam trend turun.  Eh.. giliran hari Jumat IHSG ditutup diatas resisten 4150 sehingga kembali dalam trend naik, indeks Dow Jones Industrial (DJI) malah kembali terkoreksi cukup dalam.  Semakin sulit deh saya mencari ide tulisan untuk wake up call hari ini.. hehehe.

Saya jadi penasaran akan arti kata ‘kondusif’ bagi seorang pelaku pasar, bagi seorang analis.  Bagi seorang ekonom yang pandai dalam menjaskan kondisi perekonomian saat ini, atau bagi seorang analis fundamental yang pandai memprediksi arah pergerakan harga saham yang sedang bergerak naik karena valuasinya selalu naik,  tentu saja, istilah kondusif selalu berkonotasi positif.   Akan tetapi, bagi seorang analis teknikal yang harus bisa membaca kemana arah pergerakan harga untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, kondusif ini memiliki arti yang berbeda.  Bagi seorang analis teknikal, kondusif itu berarti ‘berita-berita yang ada, adalah sesuai dengan arah prediksi yang dilakukan oleh analis teknikal tersebut’.  Ketika prediksi atas harga di masa mendatang sedang berada dalam arah naik, kondusif berarti berita-berita yang ada adalah berita-berita positif.   Sedangkan ketika prediksi atas harga di masa mendatang cenderung akan bergerak turun, kondusif berarti berita-berita yang ada, adalah berita negatif, yang mendukung penurunan harga.

Kita kembali ke posisi prediksi saya hingga saat ini: selama suport 4065 masih bertahan, IHSG masih berada dalam trend naik.  IHSG masih menyimpan arah jangka pendek hingga kisaran 4250 – 4350.  Kemudian kita mencoba melihat berita yang ada:

  • Harga BBM Subsidi yang gagal dinaikkan per 1 April.  Meski sebenarnya Pemerintah sebenarnya tetap saja bisa menaikkan BBM Subsidi pada 1 Mei karena harga patokan ICP kemungkinan besar sudah 15% diatas asumsi APBN-P yang US$105, tapi tetap saja, Pemerintah tetap tenang, bersikap (seolah-olah) tidak akan menaikkan BBM Subsidi pada 1 Mei.
  • Kenaikan uang muka kredit kendaraan bermotor dan kredit perumahan
  • Indeks regional sedang berada dalam trend turun jangka pendek.  Setelah gagal menembus level resisten di 13300-13350, trend jangka pendek Indeks Dow Jones Industrial kemudian berubah menjadi trend turun.
  • Berita-berita luar negeri juga terlihat cenderung negatif, terutama masalah Krisis hutang Spanyol dan Pertumbuhan Ekonomi China yang terus menurun,
  • Pemerintah akan menaikkan Pajak Ekspor Batubara,
  • Saham-saham kelompok Bakrie dan saham lain yang sejenis dengannya,  terus meluncur turun
  • Dan terus, dan terus, dan terus.

Stock berita bearish, seakan terus muncul setiap hari.  Melihat berita-berita yang ada, seperti terlihat bahwa semua orang sedang berlomba-lomba untuk membuat berita negatif.  Berita yang kondusif untuk terjadinya penurunan harga.  Berita negatif yang menjegal trend naik yang ada pada IHSG.

Lho… kok berita bearish semua.  Kata pak Tommy tadi… IHSG arah trend naik (jangka menengah).  Kok berita nggak ada bagus-bagusnya sama sekali?

Kemarin saya mencoba mencari arti dari kata kondusif pada berapa  situs online.  Website Artikata mengambil arti kata dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mengartikan Kondusif sebagai ‘memberi peluang pada hasil yang diinginkan, yang bersifat mendukung.  Wiktionary mengartikan Kondusif sebagai “tenang’, “mendukung” untuk memberikan hasil yang diinginkan. Indonesia Translator bahkan mencoba menjelaskannya secara lebih lengkap:  Kata kondusif berasal dari bahasa Inggris conducive yang berarti allowing or helping something to happen. Menurut dictionary.com, conducive adalah ajektiva yang berasal dari kata conduce + ive, yang memiliki arti tending to produce; conducing; contributive; helpful; favorable (usually followed by ‘to’): Good eating habits are conducive to good health.   Kondusif itu memang bisa berkonotasi positif, maupun negatif, meski lebih cenderung positif daripada negatifnya.

So… ini berarti kondisi saat ini, tidak kondusif bagi saya yang memprediksi IHSG bakal bergerak naik, tapi kondusif buat mereka yang memprediksi IHSG bakal bergerak turun.

Mana yang benar? Kita lihat saja deh.  Yang jelas, bagi saya, selama suport 4065 masih bertahan, IHSG masih berada dalam trend naik.  Tapi, saya memang sedang pusing kepala, karena berita-berita yang ada, tidak kondusif dengan prediksi yang saya lakukan.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Head of Research, PT Universal Broker Indonesia.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.