Home > Knowledge from The Street, Market Comment, Market Outlook > Pergerakan IHSG pasca Libur Lebaran*

Pergerakan IHSG pasca Libur Lebaran*

Selamat siang…

Pak…. bagaimana pergerakan IHSG setelah libur Lebaran yang panjaaaaaang ini?  IHSG mau naik atau mau turun, jangan-jangan kita cuman ketemu buntut bearishnya doang setelah bullishnya kita nggak ikutan?

Sepertinya… pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang umumnya ada dibenak kita.

Pada pergerakan harga (terutama IHSG) pada hari pertama setelah libur (baik panjang atau pendek) harga akan mendiskon pergerakan harga dari variabel-variabel pasar terkait yang lain selama harga tersebut terhenti.  Setelah proses pendiskonan tersebut selesai, harga akan bergerak normal, yaitu mengantisipasi data-data baru, data-data yang akan datang.

Jadi ide dasar dari market yang sedang libur, entah itu liburnya cuman sehari, dua hari, seminggu, dst, selama itu liburnya libur normal (bukan karena kerusuhan, bencana, dll), market itu seperti sedang mengalami ‘pit stop’ atau ‘istirahat’.  Setelah masa istirahat itu selesai, market akan mengalami adjustment dalam suatu waktu tertentu (bisa cuman beberapa menit, beberapa jam, beberapa hari) tergantung besaran dari pergerakan yang belum ‘terdiskon’, dan setelah itu, market kembali bergerak normal.

Berikut pergerakan dari beberapa variabel yang mempengaruhi IHSG selama liburan Lebaran kemarin:

Selama seminggu kemarin, indeks Dow Jones Industrial terlihat hanya bergerak flat.  Sempat naik hingga mencapai titik tertinggi 11739.39 (naik 454.85 poin, 4.03% dibandingkan posisi penutupan Jumat, 26 Agustus), indeks ini akhirnya malah ditutup dengan koreksi tipis sebesar 44.28 poin (-0,39%).  Indeks HangSeng dan Strait Times memang masih mengalami kenaikan diatas 3%.  Akan tetapi, kedua indeks tersebut terlihat belum mendiskon koreksi sebesar 253.13 poin (-2.2%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial pada Jumat malam.

So… kalau melihat posisi dari indeks di kawasan Asia (HSI dan STI), setidaknya IHSG hari Senin berpeluang untuk dibuka dengan posisi kenaikan.

Akan tetapi, bukan itu permasalahan utamanya.  Jika anda rajin untuk menyimak ulasan saya pada weblog ini, anda tentu sudah pernah melihat chart ini pada ulasan saya beberapa waktu yang lalu:

Apa yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial pada seminggu terakhir, sepertinya memang membuka peluang untuk terjadinya pergerakan indeks dalam ‘skenario’ tersebut.  Indeks Dow Jones Industrial naik hingga mencapai 11700-an, kemudian terkoreksi.  Masalahnya, jika koreksi ini benar-benar terjadi, berarti kedepan indeks DJI bakal kembali turun menguji suportnya di 10500-10700! Dalam skenario wave 5 yang ada pada gambar diatas,wave ke 5 dari  indeks Dow Jones Industrial memang memiliki potensi potensi untuk bergerak turun menuju kisaran 10500-10700, jika koreksi ini berlangsung dengan normal, dan 9800-10000 jika extended.

Apakah benar skenario itu yang akan terjadi?  Yang jelas, untuk hari Senin saya sudah preparing for worst… mempersiapkan terhadap hal yang terburuk. Kalau IHSG ternyata masih bisa naik, selama IHSG tidak bisa ditutup diatas 3905 – 3925, berarti kita memang masih harus bersiap diri menghadapi koreksi yang masih bisa terjadi.  Dalam kondisi ini, saya lebih senang untuk melakukan Sell On Strength atas posisi yang saya miliki.  Dan.. kalau mau belanja untuk posisi medium term atau long term, sepertinya kita memang harus menunggu… menunggu berakhirnya wave ke 5 pada DJI… atau menunggu setidaknya ketika IHSG sudah mencapai kisaran 3650 – 3750.

So… Sell on Strength… tunggu sampai IHSG sampai 3650-3750 untuk Buy on Weakness… itu yang akan saya lakukan dalam minggu depan.  Buy on Weakness karena kita masih bullish untuk outlook IHSG hingga tahun depan.

Sementara itu dulu deh… sampai update saya berikutnya di hari Senin.

Happy trading…. semoga untung!!!

Satrio Utomo

Head of Research Division

PT Universal Broker Indonesia

Penulis buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT

blog pribadi: www.rencanatrading.com


*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.