Archive

Archive for December, 2010

10 Tahun Berturut-turut

December 29th, 2010 4 comments

Selamat siang…

Tanpa terasa.. kita sudah memasuki hari-hari terakhir di tahun 2010 ini. Banyak yang sudah kita lalui bersama-sama. IHSG yang di akhir tahun lalu ditutup di level 2534.26, kemarin sudah ditutup di level 3659.99 atau sudah naik 1125.73 poin (+44.4%). Satu hal yang saya perhatikan di akhir tahun ini adalah adanya fakta bahwa:

Jika Desember ini kita ditutup naik,diatas posisi penutupan di bulan November di 3531.21, maka ini berarti IHSG di Bulan Desember telah ditutup naik dalam 10 tahun berturut-turut!!!

Mengejutkan bukan?  Fakta ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan apa yang disebut orang sebagai Januari Effect (sementara orang menyebutkan bahwa IHSG di bulan Januari harus naik sebagai pembenaran sebagai teori Januari Effect, padahal teori aslinya tidak seperti itu). Kinerja IHSG dalam 10 bulan Januari terakhir (semenjak bulan Januari 2001), tidak selalu positif. Dari 10 bulan Januari, IHSG hanya mencatatkan kenaikan pada 5 kali kesempatan. Januari bahkan sempat terkoreksi 3 tahun berturut-turut pada periode tahun 2007 – 2009.

Saya tidak tahu bagaimana dengan anda, tapi saya memang percaya bahwa pergerakan harga tidaklah random. Ketidakpercayaan saya inilah yang membuat saya menempuh karir saya sebagai analis: melakukan prediksi pergerakan harga dan menyarankan pada orang untuk melakukan posisi beli dan posisi jual.

Kejadian-kejadian seperti ini, dimana IHSG bisa naik 10 tahun berturut-turut pada bulan Desember, adalah suatu contoh dimana anda sebaiknya juga percaya bahwa pergerakan harga tidaklah random. Terutama bagi anda yang menyebut diri anda sebagai seorang trader: anda harus percaya bahwa pergerakan harga saham tidaklah random (dalam artian pergerakannya tidak terprediksi), karena dari situ lah anda bisa memperoleh keuntungan. Ketika harga bergerak sesuai dengan prediksi anda.

Bursa tinggal dua hari lagi. Hari ini dan besok. IHSG memang belum 100% pasti untuk ditutup diatas posisi penutupan di akhir November lalu. Tapi, dengan probabilitas yang sedemikian kecil untuk ‘IHSG ditutup terkoreksi diatas 150 poin’, saya kira Desember kali ini sudah hampir pasti untuk ditutup naik. Melanjutkan ‘kebiasaan’ yang terjadi sebelumnya. Apakah pada bulan Januari IHSG akan bergerak naik? Kita pikir tahun depan deh. Yang jelas saya masih dalam posisi: IHSG akan mencapai 4150-4250 dalam kuartal pertama (atau paling lambat paruh pertama) di tahun 2011 nanti.

Selamat tahun baru 2011

Semoga tahun 2011 bisa membawa kebahagiaan bagi kita semua

Happy trading… semoga untung!!!
Satrio Utomo

Traders Trainer, Market Analyst, Peminat Analisis Teknikal

Bekerja sebagai Head of Research di PT Universal Broker Indonesia.

Penulis buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT

blog pribadi: www.rencanatrading.com

Koreksi: SWGTL(so what gitu loh)?

December 20th, 2010 2 comments

Selamat siang…

Lucu juga sebenarnya. Ketika hampir semua analis berteriak IHSG 2011 ke 5000, 5500, atau bahkan 6000, IHSG malah terkoreksi. Padahal indeks Dow Jones Industrial, yang merupakan leader dari pergerakan bursa di seluruh jagat ini, relative hanya bergerak flat, bahkan naik. Indeks di kawasan Asia memang sedikit terkoreksi, tapi koreksi yang terjadi pada IHSG memang cukup fenomental. IHSG yang pada tanggal 9 Desember lalu sempat mencetak rekor tertinggi yang baru di 3788, di akhir minggu kemarin (Jumat, 17 Desember 2010) sempat mencapai titik terendah di 3536 yang berarti sudah turun sekitar 250 poin (6.6%).

Saya adalah orang yang selalu menjejalkan pertanyaan-pertanyaan ke kepala saya (didalam hati tentu saja… kalau sambil bicara dan berjalan-jalan, kan aneh juga… hehehe). Pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Apa yang sedang terjadi?’ dan ‘Apa yang harus kita lakukan?’ adalah dua pertanyaan standar yang selalu melayang di kepala saya setiap ada kenaikan atau penurunan harga yang signifikan.

Mengapa?
Kalau di runtun kebelakang, sebenarnya sumber pemasalahan ini bermula ketika MSCI menyarankan untuk mengurangi bobot investasi pada emerging market, dari overweight 6% menjadi neutral di 4%, pada pertengahan bulan Oktober lalu. Arus dana asing yang selama bulan Juli hingga September terlihat demikian deras masuk ke bursa kita (rata-ratanya sekitar Rp 214 miliar per hari) setelah Japan Credit Rating Agency (JCRA) memasukkan rating dari surat hutang Indonesia ke dalam investment grade, kemudian mulai berkurang (angka rata-ratanya menjadi sekitar Rp 75 miliar per hari di bulan Oktober), dan akhirnya berbalik menjadi aliran dana keluar dengan rata-rata sekitar Rp 114 miliar per hari di bulan November. Minimnya aliran dana ini membuat berita-berita jelek benar-benar dicerminkan oleh pasar kepada pergerakan harga. Angka inflasi, yang sebenarnya sudah jelek semenjak bulan Juli, kemudian menjadi momok yang menyeramkan pada bulan November – Desember ini. Pada awalnya, inflasi ini hanya disebabkan oleh kebutuhan bahan pokok. Akan tetapi, ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan pembatasan BBM Subsidi, membuat pelaku pasar semakin malas untuk melakukan posisi beli. Hasilnya: koreksi tipis yang dilakukan oleh Bank Dunia terhadap angka pertumbuhan ekonomi di 2010, yang sebenarnya bukan berita yang jelek-jelek amat karena proyeksi untuk 2011 juga tetap di 6.2%, akan tetapi, tekanan jualnya terlihat sangat besar sehingga IHSG sempat mencapai kisaran support 3618 – 3640.

Dalam pergerakan harga saham, koreksi adalah hal yang normal. Naik atau turun, itu adalah kodrat dari pergerakan harga. Yang tidak normal adalah mereka yang berharap harga akan bergerak naik secara terus menerus tanpa koreksi sedikitpun. Akan tetapi, jarang sekali orang yang mempersiapkan diri untuk terjadinya sebuah koreksi. Ketika sebuah koreksi terjadi, orang kemudian sering menanyakan: Apa yang harus kita lakukan? Apakah hikmah yang sebaiknya kita ambil dari koreksi seperti ini? Menjawab pertanyaan seperti ini. Beberapa pertanyaan yang harus anda cari jawabannya adalah:

Apakah anda adalah seorang investor ?
Jika anda seorang investor, harusnya anda tidak perlu khawatir. Koreksi yang terjadi ini tidak mengubah Outlook IHSG untuk tahun 2011. Bank Dunia saja masih yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2011 masih pada level 6.2% per tahun. Mengapa anda harus ragu? Bagi seorang investor, pertanyaan yang seharusnya anda jawab adalah: Sudahkah anda menerapkan strategi yang benar dalam pembelian anda? Jangan-jangan anda masih terus melakukan pembelian meski harga saham sudah bergerak terlalu mahal. Ataukah sudah bergerak terlalu serakah sehingga anda terus melakukan posisi pembelian kapasitas penuh sehingga tidak ada lagi dana yang tersisa untuk melakukan pembelian ketika harga sedang murah-murahnya seperti beberapa hari terakhir ini.
Jika anda sudah membaca tulisan saya sebelumnya, anda pasti juga sudah tahu bahwa saya adalah orang yang belum sepenuhnya percaya bahwa IHSG bisa mencapai level 5000 pada tahun 2011 nanti. Nah.. jika anda masih sama yakinnya dengan saya mengenai outlook IHSG 2011, mengapa harus bingung dengan koreksi ini? Koreksi ini memang diciptakan agar kita bisa membeli di harga yang lebih murah.

Apakah anda adalah seorang trader?
Trading itu adalah sebuah permainan otak. Bagi seorang trader, memiliki posisi yang searah dengan pergerakan harga, adalah hal yang paling penting dibandingkan dengan keuntungan itu sendiri. Beli ketika harga akan bergerak naik, dan jual ketika harga akan bergerak turun, adalah prinsip yang saya tekankan ketika anda memilih jalan ‘trading’. Beberapa pertanyaan seperti: Sudahkah anda membuat rencana trading yang benar sehingga kerugian yang harus anda tanggung bisa menjadi minimal? Sudahkah anda melakukan exit position ketika trend mulai berubah menjadi turun? atau: Apakah anda sudah mengantisipasi trend turun ini sehingga anda bisa tahu di level harga berapa anda kembali bisa melakukan posisi beli sehingga harga rata-rata yang anda peroleh bisa optimal? Koreksi memang diciptakan untuk membedakan antara trader yang pintar atau trader yang hanya sekedar beruntung. Trader yang pintar tahu akan apa yang harus dilakukan karena sudah bisa bereaksi dengan benar. Trader yang pintar tidak khawatir karena semua sudah pergerakan harga sudah dalam prediksinya, sudah dalam rencana trading yang dimilikinya.

Atau… Apakah anda masih belum mengetahui anda itu seorang investor atau seorang trader?
Wah… kalau ini yang terjadi pada anda, anda dalam masalah yang sangat besar. Jika anda:

  • Mengaku sebagai seorang investor, tapi menggunakan posisi margin dengan tanpa diback-up oleh jaminan yang cukup
  • Mengaku sebagai seorang investor, tapi portfolio anda berisi saham-saham yang fundamentalnya tidak jelas, saham-saham yang bergerak hanya berdasarkan rumor.
  • Mengaku sebagai seorang trader, tapi tidak disiplin dalam melakukan positioning
  • Mengaku sebagai seorang trader, tapi tidak punya rencana trading yang jelas.
  • Pemodal yang hanya ikut-ikutan dan coba-coba, tidak memiliki prediksi sendiri, semua transaksi hanya dilakukan dengan berdasar pada pendapat orang lain.

Bersiap-siaplah untuk dilibas oleh ganasnya bursa karena bursa memang memiliki kebiasaan untuk ‘menghabisi’ orang-orang yang seperti itu. Koreksi memang diciptakan untuk ‘membersihkan’ bursa dari orang-orang yang tidak waspada.

Penutup
Kondisi bursa regional memang terlihat sedikit runyam. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mampu menembus resisten di 11500. Indeks Hangseng malah sudah berada dibawah suport dari pola Head and Shoulder (potensi penurunan ke 20500 – 21000), dan indeks Strait Times (STI) pagi ini masih menguji suport dari pola Head and Shoulder di 3115 – 3120. Kalau ternyata trend dari DJI berubah menjadi turun, kemudian HSI dan STI mengejar target dari Head and shoulder patternya, tekanan dari bursa regional bisa mendorong IHSG untuk menembus suport di 3518-3540. Jika anda berharap IHSG masih bisa bergerak naik, Anda sebaiknya tidak berharap suport ini ditembus karena potensi penurunannya bisa sangat buruk.

Ketika market bullish dan harga berkejaran naik, orang memang sering dibuat untuk terlena. Koreksi itu memang diciptakan agar kita bisa mawas diri. Ketika anda sudah mawas diri, sudah memiliki pengetahuan dan skill yang cukup untuk menjadi seorang investor atau seorang trader, serta sudah melakukan semua sesuai dengan planning yang anda susun, anda sebenarnya tinggal berujar: Koreksi? So What Gitu Loh (SWGTL)? Berikanlah sebuah koreksi karena itu adalah kesempatan untuk bisa belanja di harga yang lebih murah. Berikanlah sebuah koreksi yang hebat karena itu akan semakin mengasah skill dalam melakukan trading. Berikanlah sebuah koreksi karena harga yang naik dan harga yang turun, adalah hal yang biasa di bursa saham dimanapun juga.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Traders Trainer, Market Analyst, Peminat Analisis Teknikal

Bekerja sebagai Head of Research di PT Universal Broker Indonesia.

Penulis buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT

blog pribadi: www.rencanatrading.com

Target IHSG 5000: Dari mana asalnya?

December 14th, 2010 8 comments

Selamat siang…

Bagi anda yang sudah agak lama kenal saya (mengikuti ulasan saya melalui weblog www.rencanatrading.com), anda pasti sudah familier dengan grafik yang pernah saya sebut sebagai ‘Skenario Naga‘ yang saya publikasikan di bulan Juni lalu:

Dibalik gambar Naga tersebut, grafik pergerakan IHSGnya adalah sebagai berikut (maaf…hanya bisa di akses pada Member Area):

Terlepas adanya fakta bahwa ‘koreksi kedua’ yang ada dalam prediksi tersebut, ternyata tidak sebesar yang saya perkirakan (terima kasih kepada JCRA yang telah melakukan upgrade credit rating Indonesia menjadi investment grade), outlook tersebut sebenarnya adalah outlook yang masih saya pegang hingga saat ini. Mungkin anda juga sudah sering membaca dalam ulasan saya, bahwa saya memprediksikan IHSG akan mencapai kisaran 4400 – 5000 dalam waktu 1 – 2 tahun (semenjak Juni 2010 lalu).

Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah IHSG akan mencapai 5000 tahun depan? Apakah IHSG sudah bisa mencapai 5000 ‘hanya’ dalam 1 tahun (bukan 2 tahun yang merupakan batas waktu terpanjang dalam prediksi saya itu)?

Belakangan sih… kita juga sudah mendengar. Banyak analis-analis yang memprediksikan bahwa IHSG akan mencapai level 5000. Kalau alasan teknikalnya, anda mungkin sudah bisa melihat pada chart di atas (atau nanti saya akan perlihatkan satu chart teknikal lagi yang dipakai orang sebagai dasar untuk memprediksikan IHSG ke 5000). Akan tetapi, saya mau sedikit share.. bagaimana para analis ‘menemukan’ target IHSG 5000 tersebut.

Fundamentalnya masih belum ‘ngejar’
Salah satu cara yang digunakan oleh analis fundamental dalam menentukan target IHSG, adalah dengan menggunakan pendekatan bottom-up (dari bawah ke atas). Para analis menghitung valuasi dari beberapa saham dan setelah itu kapitalisasinya dijumlahkan, kemudian hasil penjumlahannya, dibandingkan dengan kapitalisasi saham terakhir. Dari potensial kenaikan atau penurunannya, para analis tersebut kemudian menentukan target IHSG untuk masa yang akan datang. Untuk jelasnya bisa dilihat dari tabel di bawah ini:

Dengan potensi kenaikan sebesar 12.63% dari posisi IHSG pada 26 November lalu di 3642, maka itu berarti IHSG masih memiliki potensi kenaikan hingga 4102 untuk 12 bulan kedepan. Sebagai tambahan (karena data tersebut adalah data akhir November yang saya gunakan untuk presentasi dalam Market Outlook 2011), target IHSG konsensus untuk per hari ini sudah berada di kisaran 4200 – 4250. Tetap saja jauh dari level 5000 yang digembar-gemborkan sebagai target IHSG untuk 2011.

Lah.. kok hanya 4100 – 4250? Tadi katanya IHSG tahun depan bisa 5000. Dari mana asalnya?

Alasannya: IHSG 5000 = P/E IHSG 18x hingga 20x

Cerita yang paling banyak ‘dijual’, atau sentimen positif yang paling sering diharapkan bisa menjadi pendorong IHSG menuju ke level 5000 adalah masuknya surat hutang Indonesia kedalam investment grade dari lembaga pemeringkat dunia: Fitch, S&P, dan Moody. Masuknya Indonesia ke dalam investment grade akan berarti masuknya pula dana asing. Nah… masuknya dana asing inilah yang kemudian akan membuat harga naik hingga Price to Earning Ratio (P/E) IHSG bisa mencapai angka 18 kali hingga 20 kali. Sebagai informasi, EPS konsensus untuk tahun 2011, berada di kisaran sekitar level Rp 250, naik 25% dari EPS konsensus di tahun 2010 yang berkisar pada angka Rp 190 – Rp 200. Dari mana asalnya angka ‘P/E 18 kali hingga 20 kali’ ini? Saya melihat kebelakang, ternyata angka tersebut berasal dari angka P/E IHSG pada tahun 1994 – 1996. Tepat sebelum Krisis Moneter.

IHSG 5000 secara analisis teknikal

Cara lain untuk menyatakan bahwa IHSG bisa mencapai level 5000 (bahkan 5500 – 5600) untuk tahun depan.  Cara yang pertama mungkin anda sudah lihat di awal dari tulisan ini.  Tapi, jika anda adalah pembaca dari buku tulisan saya, anda pasti sudah melihat cara untuk mencari resisten ketika harga mencapai rekor harga baru, adalah dengan menggunakan retracement 161.8%, dan retracement 261.8% dari swing harga terakhir yang sebelum penembusan rekor.   Gambarnya seperti berikut ini:

Dari gambar diatas dapat dilihat, bahwa retracement 161.8% dari swing 2008, ada di level 3900-4000.  Sedangkan.. jika ternyata resisten dari retracement 161.8% ditembus, maka resisten selanjutnya ada di sekitar 5600-5700.  Jadi.. tidak perlu penghitungan yang rumit bukan untuk mengetahui target IHSG di 5600?

Jadi… Apakah IHSG bakal 5000 tahun depan (2011)?

Hehehe… saya belum menjawab pertanyaan ini ya?  Saya memang biasanya menghindari untuk menjawab karena saya sebenarnya juga masih belum terlalu yakin.  Untuk menjadi yakin, saya biasanya harus menemukan alasan fundamentalnya dulu.  Dan alasan P/E bisa mencapai 20 kali, itu masih kurang kuat (kalau menurut saya).  Biasanya, valuasinya memang harus ngejar dulu.  Valuasinya harus confirm dulu, sebelum kita bisa yakin bahwa IHSG bisa mencapai level 5000 tersebut.  Akan tetapi, ini bukan berarti saya bearish.  Karena secara fundamental sudah confirmed…

saya melihat peluang bahwa IHSG bisa mencapai kisaran 4100 – 4200 pada kuartal pertama 2011 (1Q2011) atau setidaknya untuk paruh pertama 2011 (1H2011)..

Cuman.. berapa titik tertinggi IHSG di 2011? Kita lihat deh…   Saya mau nunggu sampai laporan keuangan 1Q2011 keluar.  Karena itu akan sangat menentukan.  Keraguan saya untuk IHSG 5000 juga karena saya terpengaruh sama data di bawah ini:

Tabel tersebut adalah tabel P/E dari negera-negara di sekitar kita, atau negara-negara yang kira-kira sebanding dengan kita.  Sebagai informasi, P/E IHSG 2011 saat itu ada di sekitar level 15 kali. Kalau IHSG memang mau ngejar P/E dari India… berarti target IHSG 5000 di tahun 2011 masih bisa tercapai.  Tapi, bukankah itu berarti Brazil masih jauh lebih murah dari Indonesia? Atau… bagaimana dengan Malaysia, Thailand dan Singapore yang expected P/E-nya masih berada di sekitar kita? Apakah dana tidak memilih untuk mengalir ke negara-negara itu dibandingkan dengan ke Indonesia???

IHSG mungkin memang bisa 5000 tahun depan.  Tapi jalan menuju 5000, bukanlah jalan yang mudah.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Traders Trainer, Market Analyst, Peminat Analisis Teknikal

Bekerja sebagai Head of Research di PT Universal Broker Indonesia.

Penulis buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT

blog pribadi: www.rencanatrading.com

Catatan akhir untuk IPO Kratakau Steel

December 7th, 2010 4 comments

(Tulisan ini adalah pendapat pribadi dari penulis. Bukan merupakan pendapat dari PT Universal Broker Indonesia.)

Selamat pagi…

Jumat sore lalu, saya mendapatkan undangan dari Indonesian Broker’s Forum (IBF) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI).  Kalau lihat dari nara sumber yang akan berbicara, saya mendapat gelagat, bahwa acara ini adalah merupakan stempel akhir untuk mencapai kesimpulan bahwa IPO KRATAU STEEL sudah dilakukan dengan BENAR dan LEGAL. Well.. kalau itu kesimpulan akhirnya sih… sudah pasti SAYA SANGAT SETUJU.  Semenjak awal, saya memang sudah melihat bahwa secara hukum, proses IPO Krakatau Steel memang tidak bermasalah. Alasannya adalah sebagai berikut:

  • Dalam IPO ini, Negara tidak dirugikan karena harga IPO Krakatau Steel sudah berada di dalam kisaran harga penawaran yang disetujui oleh Pemerintah dan DPR.   Karena Negara tidak dirugikan, maka tidak ada kasus korupsi disini, dan KPK tidak bisa ikut campur tangan dalam permasalahan ini.
  • Aturan yang ada mengenai penjatahan IPO, tidak menyebutkan secara spesifik bahwa ‘Penjatahan dalam IPO’ harus dilakukan secara JUJUR dan ADIL. Yang ada adalah penjatahan dilakukan secara proporsional.  Tapi apakah proporsinya harus adil, tidak disebutkan secara jelas dan spesifik.  Jadi, kalau ada pihak-pihak yang berisik karena tidak dapet penjatahan, atau ada pihak yang diam saja atau bahkan mendukung karena bisa jadi mendapatkan penjatahan yang lebih banyak, maka tidak ada peraturan yang dilanggar. Terkait dengan masalah ini, saya jadi teringat akan polemik mengenai ‘Pemilu yang Demokratis’ dengan ‘Pemilu yang Jujur dan Adil’.    Pemilu yang Demokratis memang sudah dilaksanakan sejak tahun 70-an.  Tapi, untuk Pemilu yang Jujur dan Adil.. baru bisa dilakukan 20 – 25 tahun setelah itu.  Apakah kita harus menunggu 20 – 25 tahun juga? hehehe… saya juga tidak punya jawabannya.

Jadi… tidak ada peraturan yang dilanggar.  Dan karena Ketua Bapepam sudah menyatakan bahwa data penjatahan hanya bisa dibuka jika terjadi pelanggaran hukum, maka berarti kasus IPO Krakatau Steel memang sudah selesai.

Terlepas adanya realita bahwa pelanggaran hanya bisa ditemukan jika data penjatahan dibuka, saya ingin mengajak anda untuk melihat tabel berikut:

Kalau mengenai BBTN, sayangnya data pendukungnya saya belum bisa sajikan siang ini.  Tapi seingat saya, teman saya dulu pernah bilang kepada saya: saham banking itu, biasanya Price to Book Value (PBV) wajarnya 2 kali.  Jika PBV dibawah 2, berarti saham bank itu murah.

Untuk KRAS, mungkin anda sudah pernah melihat tabel dibawah ini pada tulisan saya di www.kontan.co.id.

Intinya: Krakatau Steel yang dijual dengan P/E 9.9 kali, adalah diskon 35% lebih dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang ada di regionalnya.

IPO Krakatau Steel dan Bank BTN dijual di harga murah?  Ah.. yang peting kan legal.  Kalau anda berharap bahwa pemerintah bisa memperoleh harga maksimal dalam menjual saham yang dimilikinya, cekidot penjualan right dari Bank BNI.  Saya sebenarnya masih bingung nih.. sebenarnya pemerintah sudah lepas atau belum sih right yang dimilikinya? Kalau melihat komentar dari beberapa orang, sepertinya kok Pemerintah sudah melepas di harga Rp 300.  Tapi apakah Pemerintah sudah lepas?  Soalnya… kalau lihat harga terakhir hari ini BBNI di 4300, berarti nilai dari Right yang dimiliki Pemerintah bisa mencapai Rp 1200 per lembar.  Wah.. ‘dikerjain’ 900 perak lagi niy Pemerintahnya… (hehehe… itu belum kalau dibandingkan dengan harga tertinggi kemarin di 5100… berapa potensi keuntungan yang hilang yang bisa diterima oleh Pemerintah?)

Legal atau tidak legal? ya jelas legal karena tidak ada hukum yang dilanggar. Tidak akan ada hukum yang dilanggar karena datanya dibuka aja juga gak bisa (kalaupun dibuka, saya yakin bahwa yang dibuka adalah posisi pemegang saham terakhir sebelum IPO, bukan posisi pemegang saham sebelum fixed allotment).  Tapi, terlintas di benak saya: kok begini ya:  Barang bagus dibilang jelek…. terus dijual murah… diskon besar-besaran… Eh.. tapi ternyata secondary marketnya harganya melesat juga.  Siapa yang sebenarnya mau diuntungkan? Yang jelas sih.. bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia deh yang diuntungkan dari semua ini.   Tidak juga investor retail yang setiap hari nongkrong didepan monitor untuk melihat running trade karena mereka juga pada melantunkan koor: saya tidak dapat… saya tidak dapat… saya tidak dapaaaaat!  Saya jadi berpikir: Kita dulu memang adalah sebuah bangsa yang bodoh yang berhasil terperdaya selama 350 tahun dijajah oleh Belanda.  Tapi kenapa setelah kita merdeka, mengapa semangat orang untuk membodohi bangsanya (mengambil keuntungan dari penjualan aset negara) masih sedemikian besarnya?

Saya nggak tau deh… kedepan, masih akan banyak lagi aset negara yang akan dilepas.  Ada Garuda Indonesia, ada beberapa PTPN, ada PLN, dan bahkan Pertamina.  Cuman… saya mungkin akan lebih sadar diri.. lebih bersabar jika modus operandi seperti ini diulang, diulang, dan diulang.  Aset milik bangsa, dijelek-jelekkan oleh bangsa sediri agar bisa dijual murah, kemudian harga melesat di pasar sekunder, sudah gitu, ‘investor retail’ yang biasa saya temui pada ngaku tidak dapet barang, padahal pejabat yang berwenang bilang bahwa alokasi ditangan ‘investor retail’…. Dan yang paling menyakitkan: semua pihak harus menerima semua ‘ketoprak humor’ ini dengan bilang:

Oh itu semua legal kok….

Ya sudah lah.. kita semua memang harus menerima semua ini dengan lapang dada.  Masa sih kita harus berganti kewarganegaraan gara-gara hal yang seperti ini?

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Traders Trainer, Market Analyst, Peminat Analisis Teknikal

Bekerja sebagai Head of Research di PT Universal Broker Indonesia.

Penulis buku ‘Membuat perencanaan trading dengan menggunakan suport, resisten, trend, dan FIBONACCI RETRACEMENT

blog pribadi: www.rencanatrading.com

Categories: Market Comment Tags: , ,

Sesuai prediksi…Harga CPO sudah mencapai 3500 Ringgit per Ton

December 3rd, 2010 9 comments

Selamat pagi…

Pagi ini, ketika melihat market variables, saya melihat bahwa harga CPO Malaysia sudah mencapai 3500 Ringgit per ton, persis seperti prediksi yang saya buat pada tanggal tanggal 25 Oktober lalu.

Dengan menggunakan analisis teknikal yang tepat, kita pasti bisa memprediksikan pergerakan harga apapun (indeks, komoditas, harga saham, atau bahkan harga surat berharga lainnya), selama perdagangannya sehat, dan memiliki volume perdagangan yang cukup.

Oh iya.. bagi anda yang ingin mengetahui Market Outlook saya untuk tahun 2010, anda masih bisa mendaftar ke Ms. Putri (Zack) di 021 – 23586878.

Happy trading… semoga untung!!!
Satrio Utomo.

Undangan Market Outlook 2011

Categories: Market Comment Tags: , ,