Menunggu Setan Lewat…*

August 24th, 2015 No comments

… krik… krik… krik…

Ditengah keremangan malam … seseorang mendekati anda dan berkata:

Sst… kalau anda mau terus berjalan dijalan ini… didepan sana ada sebuah jembatan yang gelap. Di jembatan itu, ada setan … setan gentayangan yang siap mencabut nyawa anda.
Kalau anda mau selamat… anda harus melakukan satu dari hal-hal berikut ini:

  1. Anda menggunakan jasa saya untuk mengantar anda. Saya itu tukang ojek berpengalaman. Ongkosnya tidak mahal… hanya Rp 2.000.000 sekali lewat.
  2. Anda beli batu akik yang saya bawa ini. Maharnya tidak mahal… hanya Rp 2.000.000. Batu akik ini akan semua setan lari tunggang langgang. Anda pasti bisa lewat dengan selamat..
  3. Anda ikut training teknikal analisis dengan pengajar Bapak Satrio Utomo… bayarnya tidak mahal … hanya Rp 2.000.000. Anda pasti akan selamat karena Pak Tommy ahli dalam membaca pergerakan harga.

Mana yang anda pilih? Apakah pilihan pertama, kedua, atau ketiga? Saya Fenny Rose… saya nantikan jawaban anda setelah iklan berikut ini…

….. krik… krik… krik…

Selamat pagi …

Tentu saja… jawaban nomor 3… pasti bukan yang anda pilih. Jawaban tersebut memang pilihan jawaban ‘aneh’ yang sengaja saya masukkan untuk menggelitik rasa humor anda. Agar anda mau berpikir. Hehehe…

Tapi begini deh: menjual dengan rasa takut, menjual dengan menakut-nakuti, adalah salah satu cara menjual yang belakangan ini sangat digemari di Indonesia. Di jaman dimana semua media online berburu klik untuk mendapatkan pendapatan iklan, pendapatan iklan yang dibayarkan dalam mata uang US$ (bukan Rupiah ya… tapi Dollar Amerika), memancing pengunjung dengan menggunakan berita negatif atau bahkan dengan menggunakan kebencian, dirasakan lebih efektif untuk memancing perhatian dari para pembaca online. Berita salah, berita bohong, bahkan berita fitnah, terus mengalir deras, ditengah posisi pihak berwenang yang terlihat hanya diam saja, bersikap longgar terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

Kondisi ini kemudian menjadi kacau ketika masuk ke dalam ranah pasar modal. Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa harga saham, bergerak berdasarkan informasi yang masuk. Ketika informasi yang masuk mengalir sedemikan deras dan tidak ada batasan atau pembeda antara yang informasi yang salah dengan yang benar, maka semua informasi akan terlihat benar dan terasa benar. Pemodal dengan mudahnya akan termakan oleh informasi-informasi yang sesat dan menyesatkan. Disini kemudian mudah untuk munculnya kepanikan, keresahan, dan keputusasaan. Saringan sebenarnya ada, yaitu dari level pengetahuan yang dimiliki oleh setiap pemodal. Akan tetapi… kalau kita adalah ‘orang kebanyakan’ tentu bakalan sulit untuk melakukan penyaringan informasi.

Bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana cara menghindarinya?

Kalau anda bertanya kepada saya yang seorang analisis teknikal… jawaban saya bakal terasa sangat klise:
Harga saham tidak pernah bohong. Bagi anda yang memutuskan untuk melakukan transaksi dengan pola trading… Ikuti saja arah trend pergerakan harga. Pastikan bahwa posisi beli atau posisi jual yang anda lakukan, tidak melawan arah (trend) trend pergerakan harga. Lakukan semua positioning dengan disiplin yang tinggi.

Akan tetapi… apakah benar semua orang bisa melakukannya? Apakah benar anda melakukannya? Apakah benar saya melakukannya?

Tentu saja tidak 100%. Disiplin sepenuhnya atau 100% disiplin bakal sangat sulit untuk dilakukan oleh manusia. Ada memang yang bisa disiplin. Tapi, sebagian besar dari kita, adalah orang yang terombang-ambing, bingung ditengah semua arus informasi yang ada. Melepaskan diri dari informasi untuk sepenuhnya percaya terhadap arah pergerakan harga, jelas sangat sulit untuk dilakukan oleh mereka yang dalam kesehariannya terbiasa untuk dituntut untuk selalu rasional. Jika kita tidak mampu untuk ‘switch’ otak anda ke dalam ‘pola pandang pergerakan harga secara teknikal’, kita harus menemukan cara yang lain.

Menghadapi Rasa Takut dengan Memahami Sumber Rasa Takut

Cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan rasa takut, adalah memahami rasa takut itu sendiri. Atau dengan kata lain, karena ini terkait dengan informasi yang menggerakkan harga, kita harus memahami, informasi mana yang paling penting. Informasi mana yang sebenarnya merupakan sumber dari permasalahan. Informasi yang menjadi sumber rasa takut.

The Fed akan Menaikkan Suku Bunga
Dalam menyelesaikan krisis Subprime Mortgage yang terjadi pada tahun 2008, The Fed mengeluarkan langkah kebijakan yang disebut sebagai Quantitative Easing. Dalam Quantitative Easing ini, The Fed memompakan dana murah ke pasar melalui pembelian kembali surat hutang dan menurunka